6 Cara Alami Mengobati Sariawan yang Tak Kunjung Sembuh, Bisa Dicoba di Rumah

Visual Media Nusantara, Kesehatan — Sariawan merupakan salah satu gangguan kesehatan mulut yang cukup umum dialami banyak orang. Meski terlihat sepele, luka kecil di bagian dalam mulut ini dapat menimbulkan rasa perih yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, hingga berbicara.

Dalam banyak kasus, sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7 hingga 14 hari. Namun, pada beberapa kondisi sariawan dapat bertahan lebih lama, terutama jika dipicu oleh faktor seperti stres, luka pada mulut, kekurangan vitamin, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Selain menggunakan obat medis, terdapat beberapa cara alami mengobati sariawan yang dapat membantu meredakan rasa nyeri sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Metode ini cukup mudah dilakukan karena memanfaatkan bahan-bahan yang umumnya tersedia di rumah.

Berikut beberapa cara alami yang dapat dicoba untuk membantu mengatasi sariawan.

1. Madu dan Kunyit

Campuran madu dan kunyit dikenal memiliki manfaat dalam membantu proses penyembuhan luka. Madu memiliki sifat antibakteri yang dapat mencegah infeksi, sementara kunyit mengandung senyawa kurkumin yang bersifat antiinflamasi.

Kombinasi kedua bahan ini dipercaya mampu membantu meredakan peradangan sekaligus mempercepat penyembuhan luka pada sariawan.

Cara menggunakannya cukup mudah. Campurkan satu sendok teh madu dengan sedikit bubuk kunyit hingga membentuk pasta. Setelah itu, oleskan pada area sariawan dan diamkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum dibilas dengan air hangat.

2. Gel Lidah Buaya

Lidah buaya atau aloe vera dikenal luas sebagai tanaman herbal yang memiliki efek menenangkan pada luka. Kandungan antiinflamasi dalam gel lidah buaya dapat membantu mengurangi rasa perih akibat sariawan sekaligus mempercepat proses regenerasi jaringan.

Untuk menggunakannya, ambil gel lidah buaya segar dari daun tanaman tersebut, lalu oleskan secara perlahan pada bagian sariawan menggunakan kapas bersih.

Penggunaan secara rutin dua hingga tiga kali sehari dapat membantu meredakan rasa nyeri yang muncul.

3. Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh telah lama dikenal sebagai bahan alami yang sering digunakan dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut. Kandungan eugenol dalam cengkeh memiliki sifat antiseptik dan antimikroba yang dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada luka sariawan.

Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan beberapa tetes minyak cengkeh dengan minyak kelapa atau air hangat, kemudian mengoleskannya secara perlahan pada area sariawan menggunakan kapas.

Meski demikian, penggunaan minyak cengkeh sebaiknya dilakukan secara hati-hati karena konsentrasinya cukup kuat.

4. Santan Kelapa

Santan kelapa juga dipercaya dapat membantu meredakan sariawan secara alami. Kandungan lemak alami dalam santan dapat memberikan sensasi lembut dan menenangkan pada luka di dalam mulut.

Selain itu, santan juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi iritasi pada jaringan mulut yang meradang.

Cara penggunaannya cukup sederhana, yakni dengan berkumur menggunakan santan segar selama sekitar 30 detik sebelum kemudian dibuang.

Metode ini dapat dilakukan dua hingga tiga kali sehari untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat sariawan.

5. Akar Licorice

Akar licorice atau akar manis merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Bahan ini dipercaya dapat membantu mengurangi ukuran luka sariawan serta mempercepat proses penyembuhan.

Untuk menggunakannya, bubuk akar licorice dapat dicampurkan dengan sedikit air hingga membentuk pasta, lalu dioleskan pada area yang mengalami sariawan.

Diamkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum berkumur dengan air bersih.

6. Menjaga Asupan Nutrisi

Selain menggunakan bahan alami, menjaga asupan nutrisi juga menjadi langkah penting dalam mencegah dan mengatasi sariawan. Kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin B12, zat besi, dan asam folat, sering kali menjadi salah satu penyebab munculnya sariawan yang berulang.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau, buah-buahan, serta makanan yang kaya vitamin dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

Selain itu, menjaga kebersihan mulut dan menghindari makanan yang terlalu pedas atau asam juga dapat membantu mencegah iritasi pada luka sariawan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meski umumnya tidak berbahaya, sariawan yang berlangsung lebih dari dua minggu atau sering kambuh sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain, seperti gangguan sistem imun atau infeksi tertentu.

Jika sariawan disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, kesulitan menelan, atau luka yang semakin membesar, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan penanganan yang tepat serta menjaga pola hidup sehat, sariawan biasanya dapat sembuh lebih cepat dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
(WAS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama