Antisipasi Gempa dan Kebakaran, Lapas Parepare Bekali Warga Binaan Pemahaman Jalur Evakuasi

Visual Media Nusantara, Parepare — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare memberikan pembekalan kepada perwakilan warga binaan terkait jalur evakuasi dan penanganan keadaan darurat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi maupun kebakaran di lingkungan lapas.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Penanggulangan Bencana di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari aktualisasi salah seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lapas Kelas IIA Parepare.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Parepare, Jerry Djarang, mengatakan pembekalan dilakukan untuk memastikan warga binaan memahami prosedur penyelamatan diri apabila terjadi situasi darurat.

“Kegiatan ini kami lakukan guna mengaplikasikan Permenkumham Nomor 8 Tahun 2024. Di mana setiap lapas memiliki sistem peringatan dini dalam memudahkan warga binaan dilakukan identifikasi pasca bencana. Selain itu, kegiatan ini merupakan aktualisasi dari salah seorang CPNS yang ada di Lapas Parepare,” ujar Jerry Djarang, Senin (08/06/2026).

Menurut Jerry, edukasi mengenai jalur evakuasi dan langkah-langkah penyelamatan sangat penting mengingat wilayah Sulawesi memiliki tingkat kerawanan bencana geologi yang cukup tinggi.

Ia mengingatkan bahwa Kota Parepare pernah mengalami gempa bumi pada tahun 1997 dengan kekuatan sekitar 5,6 magnitudo. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Mengingat pada tahun 1997, di Kota Parepare pernah diguncang gempa bumi dengan kekuatan 5,6 magnitudo. Pembekalan ini dapat bermanfaat jika gempa bumi sewaktu-waktu melanda Kota Parepare,” katanya.

Dalam pembekalan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai jalur evakuasi, titik kumpul darurat, sistem peringatan dini, serta tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi maupun kebakaran.

Pihak lapas berharap para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi perpanjangan tangan petugas dalam menyampaikan informasi dan prosedur keselamatan kepada warga binaan lainnya.

Sebagai informasi, Pulau Sulawesi merupakan salah satu wilayah dengan kondisi geologi yang kompleks akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik. Kondisi tersebut menyebabkan Sulawesi memiliki dua jalur utama potensi bencana geologi, yakni sabuk vulkanik yang ditandai keberadaan gunung api aktif serta jalur patahan aktif yang terus mengalami pergerakan.

Melalui pembekalan ini, Lapas Kelas IIA Parepare berharap budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan darurat dapat semakin meningkat, baik di kalangan petugas maupun warga binaan, sehingga risiko korban saat terjadi bencana dapat diminimalkan.

Penulis: WAS

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama