Visual Media Nusantara, Jakarta — Sebanyak 252 siswa di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari ratusan laporan yang masuk, sebanyak 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan, sementara 26 siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit hingga Sabtu (09/05/2026).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan masih terus melakukan pendataan serta penanganan terhadap para siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
“Yang mengakses fasilitas kesehatan sejumlah 188 dan yang dirawat hingga hari ini ada 26,” ujar Ani.
Menurut Ani, dugaan sementara sumber gangguan kesehatan mengarah pada salah satu menu MBG, yakni pangsit isi tahu yang dilaporkan memiliki rasa masam saat dikonsumsi.
“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” kata Ani.
Meski begitu, Dinas Kesehatan menegaskan penyebab pasti belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Ani menjelaskan gejala yang dialami para siswa cukup beragam, mulai dari mual, muntah, hingga pusing, namun sebagian besar disebut dalam kondisi tidak berat.
Seluruh siswa yang menjalani perawatan saat ini tersebar di beberapa rumah sakit, di antaranya RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja.
Dinas Kesehatan DKI juga telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang sebagai penyedia makanan dalam program MBG.
Bentuk pengawasan yang dilakukan meliputi inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan penjamah makanan, serta proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Diketahui, dapur SPPG Pulogebang mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan masih berada dalam masa pemenuhan sertifikasi keamanan pangan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kasus ini kembali menambah perhatian publik terhadap standar keamanan pangan dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang kini terus diperluas di berbagai daerah.
Pemerintah diharapkan memperkuat pengawasan terhadap dapur MBG agar standar kebersihan dan keamanan pangan benar-benar diterapkan secara ketat demi mencegah kejadian serupa terulang.
Penulis: Ariana