Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Dinilai Jadi Titik Balik Pemerataan Akses Digital Nasional

Visual Media Nusantara, Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai bahwa kebijakan internet dengan kecepatan 100 Mbps seharga sekitar Rp100 ribu per bulan dapat menjadi titik balik pemerataan akses digital nasional di Indonesia. 

Pemerintah menyebut, keterjangkauan layanan internet berkecepatan tinggi menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi digital sekaligus mengurangi kesenjangan akses internet antarwilayah.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa akses internet murah dan cepat harus bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah yang selama ini belum menikmati layanan digital berkualitas.

“Internet murah dan cepat dapat menjadi titik balik pemerataan akses digital nasional,” ujar Nezar Patria. 

Menurut pemerintah, akses internet tidak lagi hanya dipandang sebagai kebutuhan komunikasi, tetapi telah menjadi infrastruktur dasar yang berkaitan langsung dengan pendidikan, ekonomi digital, layanan publik, hingga peluang kerja masyarakat.

Oleh karena itu, keterjangkauan tarif internet menjadi isu strategis dalam memperluas inklusi digital nasional. Namun, gagasan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu juga memunculkan sejumlah tantangan besar yang tidak sederhana.

Salah satu pertanyaan utamanya adalah apakah harga tersebut realistis diterapkan secara merata di seluruh Indonesia, terutama di wilayah terpencil yang memiliki biaya pembangunan jaringan jauh lebih mahal dibanding kota besar.

Secara bisnis, operator telekomunikasi juga menghadapi tekanan investasi infrastruktur, biaya operasional, hingga kebutuhan pengembangan jaringan fiber optik dan pusat data yang tidak kecil.

Yang artinya, tarif murah berpotensi sulit diwujudkan tanpa dukungan kebijakan, insentif, atau model subsidi tertentu dari pemerintah.

Di sisi lain, pemerataan akses digital memang menjadi salah satu persoalan utama transformasi digital Indonesia selama bertahun-tahun.

Kecepatan internet nasional masih timpang antarwilayah. Di kota besar, akses internet cepat relatif tersedia, sementara banyak daerah pinggiran masih menghadapi koneksi lambat bahkan blank spot.

Karena itu, jika kebijakan internet murah berkecepatan tinggi benar-benar terealisasi secara luas, dampaknya bisa cukup besar terhadap pemerataan ekonomi digital nasional.

Akses internet yang lebih terjangkau berpotensi membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, pendidikan daring, industri kreatif, hingga masyarakat di daerah yang selama ini tertinggal secara digital.

Namun pemerataan digital tidak cukup hanya dengan menyediakan internet murah. Literasi digital, kualitas perangkat, keamanan siber, hingga kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi secara produktif juga menjadi faktor penting yang menentukan apakah transformasi digital benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kemkomdigi menilai percepatan akses internet murah dan cepat akan menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi digital Indonesia yang lebih inklusif dan merata.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama