Jelang Pidato Prabowo di DPR, IHSG Berbalik Menguat dan Melonjak 1 Persen

Visual Media Nusantara, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berbalik arah dan melesat sekitar 1 persen menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di sidang paripurna DPR, Rabu (20/05/2026).

Penguatan IHSG terjadi setelah sebelumnya pasar sempat bergerak fluktuatif pada awal perdagangan. 

Pelaku pasar disebut mulai merespons positif momentum pidato Presiden yang diperkirakan akan memuat arah kebijakan ekonomi, investasi, serta program prioritas pemerintah.

Dalam dinamika pasar modal, sentimen politik memang sering memengaruhi pergerakan indeks, terutama ketika berkaitan dengan stabilitas pemerintahan dan kepastian kebijakan ekonomi.

Namun, mengaitkan kenaikan IHSG semata-mata karena pidato presiden juga perlu dibaca secara hati-hati.

Pergerakan pasar saham biasanya dipengaruhi banyak faktor sekaligus, mulai dari arus dana asing, sentimen global, harga komoditas, nilai tukar rupiah, hingga ekspektasi terhadap suku bunga.

Artinya, momentum pidato politik bisa menjadi katalis psikologis pasar, tetapi bukan selalu faktor tunggal yang menentukan arah indeks.

Di sisi lain, pasar finansial memang cenderung menyukai stabilitas dan kepastian arah kebijakan.

Karena itu, setiap sinyal terkait keberlanjutan program ekonomi, investasi, dan fiskal pemerintah sering langsung direspons investor.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar juga mencermati sejumlah agenda pemerintahan Prabowo, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi industri, ketahanan pangan, hingga proyek infrastruktur strategis.

Investor biasanya akan menilai sejauh mana program-program tersebut realistis secara fiskal dan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, sentimen global juga masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar domestik, terutama terkait kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan kondisi ekonomi dunia.

Karena itu, penguatan IHSG hari ini belum tentu mencerminkan tren jangka panjang apabila tidak didukung fundamental ekonomi yang kuat.

Pergerakan pasar ini menunjukkan bahwa dinamika politik nasional masih memiliki pengaruh kuat terhadap psikologi investor dan sentimen pasar keuangan Indonesia.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama