Lapas Parepare dan Puskesmas Lompoe Sosialisasikan Pencegahan Hanta Virus kepada WBP dan Petugas

Visual Media Nusantara, Parepare — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare bekerja sama dengan Puskesmas Lompoe menggelar sosialisasi pengenalan dan pencegahan Hanta Virus bagi petugas serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (23/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

Sebelum sosialisasi dimulai, seluruh peserta mengikuti senam bersama dengan menghadirkan instruktur profesional sebagai bentuk upaya menjaga kebugaran dan kesehatan fisik petugas maupun warga binaan.

Materi sosialisasi kemudian disampaikan langsung oleh dr. Alysa Ahadyah Pratama Putri yang menjelaskan tentang pengenalan Hanta Virus, penyebab penularan, gejala, hingga langkah-langkah pencegahan yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, dr. Alysa menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat guna mencegah risiko penyebaran virus.

“Hanta Virus perlu diwaspadai sehingga penting bagi kita semua menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Lompoe, Haerul yang memberikan motivasi kepada peserta terkait pentingnya menjaga kesehatan, khususnya di lingkungan dengan aktivitas dan interaksi tinggi seperti lembaga pemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, mengajak seluruh petugas dan warga binaan untuk terus aktif menjaga kebersihan lingkungan hunian serta mengikuti program kesehatan yang diberikan pihak lapas dan tenaga medis.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini seluruh peserta lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan Lapas,” kata Marten.

Salah seorang warga binaan berinisial H.A juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi kesehatan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena mendapatkan tambahan wawasan terkait pencegahan penyakit dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan sosialisasi kesehatan di lingkungan pemasyarakatan dinilai penting karena lapas merupakan tempat dengan tingkat interaksi tinggi sehingga membutuhkan perhatian serius terhadap aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai penyakit menular, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan di lingkungan lapas.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesehatan lingkungan di lembaga pemasyarakatan memang menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup warga binaan maupun petugas pemasyarakatan.

Karena itu, edukasi kesehatan dan pola hidup bersih dianggap menjadi salah satu langkah penting dalam membangun lingkungan lapas yang sehat dan kondusif.

Kegiatan berlangsung tertib, interaktif, dan mendapat antusias dari para peserta yang mengikuti sosialisasi hingga selesai.

Program edukasi kesehatan serupa diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan dan kesadaran hidup sehat di lingkungan pemasyarakatan.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama