1.278 dokumen kependudukan Berhasil Diterbitkan Ditjen Dukcapil Di Tiga Daerah Terdampak Bencana

Medan, Sumatera Utara - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana di tiga wilayah terdampak bencana. 

Melalui Tim Tanggap Darurat Bencana Ditjen Dukcapil melakukan pelayanan jemput bola di Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga pada 11–13 Desember 2025.

Selama tiga hari, Tim Tanggap Darurat Bencana Ditjen Dukcapil yang terdiri dari pejabat eselon I dan II, serta tim teknis di masing-masing daerah berhasil menerbitkan total 1.278 dokumen kependudukan. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Teguh Teguh Setyabudi menegaskan bahwa pelayanan ini adalah wujud nyata kehadiran negara. “Dokumen kependudukan bukan sekadar kertas atau kartu, tetapi simbol kepastian hukum dan perlindungan negara. Saya bangga tim Dukcapil hadir langsung di lokasi bencana, memastikan masyarakat tetap memiliki identitas yang sah,” ujarnya.

Sementara, Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar menekankan pentingnya dukungan teknologi dalam pelayanan darurat. “Dengan perangkat mobile KTP-el, Starlink, dan solar panel, layanan tetap bisa berjalan meski listrik padam dan jaringan terganggu. Teknologi ini menjadi jembatan agar data kependudukan tetap terhubung,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur IDKD Agus Irawan menyoroti semangat tim di lapangan. “Keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat teman-teman. Mereka turun langsung ke posko pengungsian, memastikan setiap warga terdampak bisa segera mendapatkan dokumen kependudukan. Inilah makna Dukcapil Prima,” katanya.

Pelayanan tanggap darurat ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak bencana dan memastikan hak-hak kependudukan tetap terjamin. Dengan semangat Dukcapil Prima, Ditjen Dukcapil berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama