Putin Kecam Pembunuhan Ayatollah Khamenei oleh AS-Israel

Visual Media Nusantara, JAKARTA
Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya buka suara terkait tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Putin mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap norma internasional.

Dalam pernyataan resmi Kremlin, Putin menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran atas kematian pemimpin tertinggi negara tersebut.

Putin menyebut pembunuhan itu sebagai “pelanggaran sinis terhadap semua norma moral manusia dan hukum internasional.” 

Menurut Putin, serangan yang menewaskan Khamenei tidak hanya berdampak pada stabilitas Iran, tetapi juga berpotensi memperburuk situasi keamanan global. Rusia menilai aksi militer tersebut sebagai tindakan agresi yang berisiko memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

Kremlin juga menegaskan bahwa Khamenei merupakan tokoh penting dalam hubungan strategis antara Rusia dan Iran, sehingga kematiannya menjadi kehilangan besar bagi hubungan bilateral kedua negara. 

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan terjadi setelah serangan udara besar yang dilancarkan AS dan Israel ke sejumlah target strategis di Iran pada akhir Februari 2026. Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional. 

Sejumlah pemimpin dunia turut memberikan reaksi beragam, mulai dari kecaman hingga seruan de-eskalasi konflik guna mencegah perang regional yang lebih luas. 

Pasca serangan tersebut, situasi geopolitik di Timur Tengah semakin tegang. Iran dilaporkan bersumpah akan memberikan respons terhadap serangan yang menewaskan pemimpin tertingginya, sementara berbagai negara menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi untuk menghindari eskalasi konflik berskala besar. 

Pengamat internasional menilai perkembangan ini berpotensi memengaruhi stabilitas energi global dan keamanan kawasan, mengingat posisi Iran yang strategis dalam jalur distribusi minyak dunia. 

Sumber: CNBC Indonesia, Reuters, Al Jazeera
Penulis: Tim Redaksi Visual Media Nusantara

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama