Danyon B Pelopor Brimob Sulsel Buka Latihan Jungle Warfare, Perkuat Kesiapan Personel Hadapi Ancaman di Medan Hutan

Visual Media Nusantara, PAREPARE – Komandan Batalyon (Danyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan, Kompol Ramli, memimpin langsung pembukaan pelatihan Jungle Warfare sebagai upaya meningkatkan kemampuan serta kesiapan tempur personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah hutan. Kegiatan tersebut digelar pada Senin (06/04/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah personel Batalyon B Pelopor yang akan menjalani rangkaian latihan intensif guna memperkuat kemampuan taktis dan fisik dalam menghadapi operasi di medan yang berat dan terpencil.

Dalam kegiatan pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut, para peserta akan dibekali berbagai materi penting, mulai dari teknik bertahan hidup (survival), navigasi darat, taktik pertempuran hutan, hingga penanganan situasi darurat di wilayah yang sulit dijangkau.

Kompol Ramli menegaskan bahwa pelatihan Jungle Warfare menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalitas personel Brimob dalam menjalankan tugas pengamanan, khususnya dalam menghadapi gangguan keamanan yang berintensitas tinggi.

Menurutnya, situasi keamanan saat ini menuntut kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk aksi teror maupun gangguan keamanan dari kelompok kriminal bersenjata.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini bangsa Indonesia masih dihadapkan pada berbagai ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, Polri memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujar Kompol Ramli dalam amanatnya.

Ia menjelaskan bahwa Korps Brimob Polri memiliki tugas utama dalam menanggulangi gangguan keamanan berintensitas tinggi, seperti kerusuhan massa, kejahatan terorganisir bersenjata, hingga ancaman yang melibatkan bahan peledak maupun zat berbahaya lainnya.

Karena itu, peningkatan kemampuan melalui pelatihan menjadi langkah strategis agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara cepat, tepat, dan profesional di lapangan.

“Korps Brimob dituntut mampu menangani berbagai gangguan kamtibmas berintensitas tinggi secara cepat dan tepat. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan pelatihan Jungle Warfare bagi personel Batalyon B Pelopor,” kata Ramli.

Dalam pelaksanaan pelatihan ini, materi yang diberikan difokuskan pada kemampuan operasi di wilayah hutan. Hal tersebut dinilai penting karena sejumlah operasi kepolisian kerap berlangsung di daerah terpencil dengan kondisi geografis yang menantang.

Para peserta dilatih untuk memahami berbagai teknik dasar yang dibutuhkan dalam operasi di medan hutan, termasuk strategi pergerakan taktis, penguasaan wilayah, serta kemampuan bertahan hidup ketika menghadapi keterbatasan logistik.

Selain itu, pelatihan juga mencakup simulasi situasi operasi yang berpotensi dihadapi personel saat menjalankan tugas di lapangan.

Kompol Ramli menjelaskan bahwa pelatihan tersebut telah menjadi bagian dari program peningkatan kemampuan yang disusun oleh Satuan Brimob Polda Sulsel.

“Pelatihan ini bertujuan agar seluruh peserta dapat memahami teknik dan taktik yang tepat dalam menghadapi kelompok kriminal bersenjata ketika dilakukan penindakan kepolisian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ramli menyebut bahwa personel yang mengikuti pelatihan Jungle Warfare dipersiapkan untuk menjadi bagian dari tim penindak yang memiliki kemampuan khusus dalam menghadapi ancaman keamanan di medan berat.

Personel yang telah mengikuti pelatihan ini nantinya diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, sekaligus memberikan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Bagi personel yang telah ditunjuk sebagai peserta latihan akan dipersiapkan sebagai tim penindak yang siap menghadapi kelompok kriminal bersenjata yang dapat mengancam keamanan dalam negeri,” jelasnya.

Dengan dibukanya pelatihan Jungle Warfare tersebut, Kompol Ramli berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan semangat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komitmen dalam meningkatkan kemampuan diri sebagai anggota Korps Brimob yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan taktis personel, tetapi juga memperkuat mental, kedisiplinan, serta kerja sama tim di lapangan.

Melalui program pelatihan yang berkelanjutan, Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan kesiapan personel yang semakin terlatih, diharapkan setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi dan ditangani secara profesional demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. 
(WAS) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama