Menkomdigi: Internet Tak Cukup Dibangun, Harus Dipakai di Sekolah dan Puskesmas

Visual Media Nusantara, Jakarta
Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa pembangunan jaringan internet di Indonesia tidak boleh berhenti pada penyediaan infrastruktur semata, tetapi harus benar-benar dimanfaatkan untuk layanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Penegasan ini muncul di tengah masifnya pembangunan konektivitas digital nasional yang selama ini lebih sering diukur dari jumlah akses dan jangkauan, bukan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai keberhasilan konektivitas seharusnya dilihat dari bagaimana internet mampu meningkatkan kualitas layanan di sekolah dan puskesmas.

“Keberhasilan pembangunan jaringan tidak hanya diukur dari tersedianya akses, tetapi dari sejauh mana internet digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan,” ujar Meutya. 

Ia mencontohkan, pemanfaatan internet di sekolah dapat membuka akses materi pembelajaran yang lebih luas bagi siswa. Sementara di sektor kesehatan, konektivitas digital memungkinkan tenaga medis memberikan layanan yang lebih cepat dan akurat kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap pendekatan pembangunan yang selama ini cenderung berfokus pada pembangunan fisik jaringan tanpa memastikan pemanfaatannya secara optimal.

Lebih lanjut, Meutya menekankan bahwa konektivitas harus menjadi bagian dari sistem layanan publik, bukan sekadar proyek infrastruktur. Artinya, internet harus benar-benar terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari banyak pihak,” kata Meutya. 

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, hingga masyarakat dalam memastikan konektivitas digital benar-benar memberikan manfaat nyata.

Data menunjukkan, tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah cukup tinggi dengan ratusan juta pengguna. Namun, tantangan utama kini bukan lagi soal akses, melainkan bagaimana penggunaan internet tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara langsung.

Dalam konteks ini, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama karena keduanya memiliki dampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah pun mendorong berbagai inovasi layanan berbasis digital, seperti layanan administrasi kesehatan hingga sistem pembelajaran berbasis online yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan arah kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya menjadi proyek pembangunan, tetapi benar-benar menjadi solusi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama