Menteri Lingkungan Hidup Akui Penanganan Sampah Laut Mahal, Pemerintah Fokus Pengelolaan dari Darat

Visual Media Nusantara, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengakui bahwa penanganan sampah yang sudah terlanjur mencemari laut membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena itu, pemerintah menilai langkah paling efektif adalah memperkuat pengelolaan sampah dari daratan agar tidak mengalir ke perairan. 

Hanif menjelaskan bahwa persoalan sampah laut di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sebagian besar sampah yang mencemari laut sebenarnya berasal dari darat akibat sistem pengelolaan sampah yang belum optimal di berbagai daerah. 

“Kalau sampah sudah masuk ke laut, penanganannya menjadi mahal sekali,” ujar Hanif dalam keterangannya. 

Ia menegaskan bahwa upaya penanganan harus dimulai dari sumbernya, yakni daratan. Dengan memperbaiki sistem pengelolaan sampah di tingkat daerah dan rumah tangga, jumlah sampah yang mengalir ke sungai hingga laut dapat ditekan secara signifikan.

Menurut Hanif, capaian pengelolaan sampah nasional saat ini masih tergolong rendah. Dari total sampah yang dihasilkan setiap hari di Indonesia, baru sekitar seperempat yang dapat dikelola dengan baik.

Sementara itu, sebagian besar sampah lainnya masih berakhir di tempat pembuangan terbuka atau bahkan terbawa aliran sungai hingga ke laut. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya pencemaran laut oleh sampah, terutama sampah plastik. 

Ia menyebut sekitar 40 persen sampah dari daratan berpotensi berakhir di laut jika tidak ditangani secara efektif. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Dalam menghadapi persoalan tersebut, pemerintah telah membentuk tim nasional penanganan sampah laut yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan Polri.

Tim ini bertugas melakukan koordinasi serta aksi penanganan langsung di wilayah pesisir yang menjadi titik penumpukan sampah laut. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus melindungi ekosistem laut.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti pengembangan bank sampah, fasilitas pengolahan sampah terpadu, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Hanif menilai kebiasaan sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang harus diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Menurut Hanif, keberhasilan penanganan sampah laut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Pengelolaan sampah dari sumber menjadi faktor penting dalam menekan jumlah sampah yang masuk ke sungai dan laut. Jika masyarakat mulai melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah, maka beban sistem pengelolaan sampah nasional dapat berkurang secara signifikan.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut juga dapat menekan biaya operasional pengangkutan dan pengolahan sampah yang selama ini cukup besar bagi pemerintah daerah.

Pencemaran sampah laut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat merugikan sektor ekonomi, terutama perikanan dan pariwisata.

Sampah plastik yang menumpuk di laut dapat merusak ekosistem pesisir, mengancam kehidupan biota laut, serta menurunkan kualitas kawasan wisata bahari.

Karena itu, pemerintah menilai penanganan sampah laut harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga melindungi sumber daya alam yang menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir.

Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan sampah nasional dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat sistem pengelolaan dari daratan agar aliran sampah ke laut dapat ditekan.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan penanganan sampah laut tidak lagi menjadi beban besar di masa mendatang.

Hanif menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Jika pengelolaan dari darat dapat diperbaiki, maka jumlah sampah yang mencemari laut akan berkurang secara signifikan,” ujarnya. 

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap persoalan sampah laut yang selama ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. 
(WAS) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama