Wapres Gibran Minta BGN Perketat Keamanan Pangan, Program MBG Didorong Menjangkau Wilayah 3T

Visual Media Nusantara, Jakarta
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mempercepat perluasan jangkauan program ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Arahan itu disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran BGN sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program MBG yang kini terus diperluas secara nasional. Fokus utama pemerintah adalah memastikan makanan yang disalurkan aman dikonsumsi sekaligus menjangkau daerah-daerah yang masih belum tersentuh program. 

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa Wapres secara khusus menyoroti aspek kebersihan dan higienitas dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Saya baru dipanggil Pak Wapres membahas terkait dengan keamanan pangan,” ujar Nanik. 

Dalam arahannya, Wapres menekankan agar sisa makanan tidak kembali masuk ke area dapur karena berpotensi menjadi sumber kontaminasi dan penyakit. Ia meminta proses pembersihan sisa makanan dilakukan di luar area utama dapur sebagai langkah pencegahan.

“Pak Gibran mewanti-wanti agar sisa makanan jangan sampai masuk ke dapur, karena itu bisa menjadi sumber penyakit,” jelas Nanik. 

Selain penguatan keamanan pangan, Gibran juga menyoroti pemerataan pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah 3T. Berdasarkan hasil kunjungannya ke Papua, masih banyak daerah yang belum memiliki fasilitas dapur MBG atau SPPG. 

Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil, BGN didorong melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga pembangunan dapur MBG tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program MBG tidak hanya berjalan di wilayah perkotaan atau daerah dengan akses mudah, tetapi juga menjangkau masyarakat di pelosok yang memiliki tingkat kerentanan gizi lebih tinggi.

Penguatan keamanan pangan menjadi perhatian serius setelah sebelumnya sejumlah dapur MBG sempat menjadi sorotan terkait standar operasional dan kualitas distribusi makanan.

Dengan dua fokus utama yakni keamanan pangan dan pemerataan distribusi, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih aman, efektif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama