Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pembuat Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng”, Viral di Media Sosial

Visual Media Nusantara, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad untuk mencari pembuat lagu berjudul “MBG Mas Bahlil Ganteng” yang belakangan ini viral di media sosial.

Permintaan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri sebuah kegiatan dan menanggapi lagu yang ramai diperbincangkan publik karena liriknya yang menyebut nama dirinya serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dalam momen tersebut, Bahlil berseloroh meminta Raffi Ahmad membantu mencari sosok di balik lagu yang viral tersebut.

“Raffi, tolong cari yang bikin lagu itu,” kata Bahlil sambil bercanda menanggapi lagu yang beredar di media sosial. 

Momen itu kemudian menarik perhatian publik karena memperlihatkan bagaimana program pemerintah kini tidak hanya hadir dalam ruang kebijakan, tetapi juga masuk ke budaya populer dan ekosistem konten digital.

Fenomena lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” menunjukkan pola yang semakin sering terjadi dalam era media sosial, ketika tokoh publik, program pemerintah, hingga isu politik diolah menjadi konten hiburan yang mudah menyebar secara viral.

Dari sudut pandang komunikasi publik, fenomena seperti ini bisa menjadi keuntungan karena membantu meningkatkan popularitas sebuah program melalui jalur yang lebih ringan dan dekat dengan masyarakat.

Namun ada sisi lain yang juga perlu diperhatikan. Popularitas di media sosial tidak selalu identik dengan pemahaman publik terhadap substansi program yang sebenarnya. Konten viral sering kali lebih kuat pada aspek hiburan dibanding edukasi.

Artinya, sebuah program bisa dikenal luas karena meme, lagu, atau tren digital, tetapi masyarakat belum tentu memahami tujuan, mekanisme, maupun dampaknya secara utuh.

Dalam konteks MBG, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto, viralitas semacam ini dapat memperluas eksposur program, tetapi tetap memerlukan komunikasi publik yang lebih substantif agar tidak berhenti pada sekadar popularitas simbolik.

Di sisi lain, keterlibatan figur publik seperti Raffi Ahmad juga menunjukkan bagaimana pemerintah semakin memanfaatkan pendekatan budaya populer dan ekosistem kreator digital untuk menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda.

Fenomena ini memperlihatkan pergeseran strategi komunikasi pemerintah dari pendekatan formal menuju model yang lebih adaptif terhadap budaya internet dan media sosial.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana ruang digital kini memiliki pengaruh besar dalam membentuk popularitas tokoh, program pemerintah, hingga percakapan publik di Indonesia.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama