BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Perkuat Pengawasan Kualitas Makanan Program Makan Gratis

Visual Media Nusantara, Jakarta — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya resmi meluncurkan aplikasi Reviu Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah memperkuat pengawasan kualitas makanan dalam program nasional MBG.

Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan untuk membantu memastikan menu makanan yang disajikan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan kualitas layanan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam keterangannya, Sony Sonjaya mengatakan aplikasi itu dihadirkan sebagai bagian dari penguatan sistem kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

“Aplikasi ini menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas menu MBG tetap terjaga dan sesuai standar gizi yang ditetapkan,” ujar Sony Sonjaya.

Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat melakukan reviu terhadap komposisi menu makanan, kecukupan gizi, hingga kesesuaian bahan pangan yang digunakan di dapur MBG.

Selain itu, aplikasi juga diharapkan mempermudah proses monitoring dan evaluasi secara lebih cepat serta terintegrasi.

BGN menilai digitalisasi pengawasan menjadi penting karena cakupan program MBG kini terus meluas dengan jutaan penerima manfaat dan ribuan dapur SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Dalam skala sebesar itu, pengawasan manual dinilai memiliki banyak keterbatasan, mulai dari keterlambatan pelaporan hingga potensi ketidaksesuaian standar di lapangan.

Karena itu, penggunaan sistem digital dianggap menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus mempercepat respons terhadap potensi masalah kualitas makanan.

Namun, efektivitas aplikasi seperti ini nantinya tetap sangat bergantung pada kualitas input data dan konsistensi pelaksana di lapangan.

Sistem digital bisa membantu mendeteksi persoalan lebih cepat, tetapi tidak otomatis menyelesaikan masalah jika pengawasan fisik, audit lapangan, dan pembinaan terhadap dapur MBG tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, peluncuran aplikasi reviu menu juga menunjukkan bahwa pemerintah mulai memberi perhatian lebih serius terhadap aspek kualitas makanan, bukan hanya kuantitas distribusi program MBG.

Hal tersebut menjadi penting karena program makanan massal memiliki risiko tinggi jika standar keamanan pangan dan keseimbangan gizi tidak dijaga secara konsisten.

Sebelumnya, BGN juga telah memperketat pengawasan terhadap dapur MBG dengan menghentikan sementara ribuan SPPG yang belum memenuhi standar sanitasi dan operasional.

Langkah digitalisasi pengawasan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola program MBG yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Pemerintah memastikan penguatan pengawasan program MBG akan terus dilakukan guna menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama