Visual Media Nusantara, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) terbuka untuk semua kalangan tanpa batas usia maksimum, selama calon relawan dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan tugas di lapangan.
Penegasan ini disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyusul munculnya pertanyaan publik terkait batasan usia bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam program prioritas pemerintah tersebut.
BGN menyebut keterlibatan relawan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional program MBG yang kini terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
“Tidak ada batas usia maksimum selama relawan dalam kondisi sehat dan mampu bekerja,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.
Meski membuka ruang partisipasi yang luas, BGN tetap menetapkan syarat usia minimal bagi calon relawan, yakni 18 tahun, sebagai bentuk kesiapan tanggung jawab dan kemampuan kerja di lapangan.
“Untuk menjadi relawan, syarat usia minimal tetap 18 tahun,” kata Dadan.
Menurut Dadan, program MBG merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi nasional, sehingga membutuhkan dukungan luas dari masyarakat agar pelaksanaannya berjalan optimal dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, peran relawan dalam program MBG tidak hanya membantu distribusi makanan bergizi, tetapi juga mendukung proses pelayanan kepada penerima manfaat hingga memastikan pelaksanaan program berjalan tertib.
BGN menilai keterlibatan masyarakat lintas usia menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam memperkuat kualitas gizi nasional, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Dadan juga menegaskan bahwa BGN terus mendorong terciptanya ekosistem pelaksanaan MBG yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Dengan dibukanya peluang relawan tanpa batas usia maksimal, pemerintah berharap lebih banyak masyarakat bisa terlibat langsung dalam mendukung keberhasilan program MBG yang menjadi salah satu program unggulan nasional.
Kebijakan ini memperlihatkan bahwa program MBG tidak hanya bertumpu pada negara, tetapi juga mengandalkan kekuatan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan program gizi nasional.
Penulis: Ariana