Bhayangkara Presisi Lampung FC Tak Gentar Hadapi PSM Tanpa Penonton, Target Curi Poin di Parepare

Visual Media Nusantara, Parepare — Bhayangkara Presisi Lampung FC memastikan tetap fokus penuh menghadapi PSM Makassar meski laga krusial pekan ke-29 Super League di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Parepare, Senin (04/05/2026), digelar tanpa kehadiran penonton.

Pertandingan yang menjadi penentu posisi kedua tim di papan klasemen itu dipastikan berlangsung tertutup setelah adanya usulan dari pihak kepolisian, mengingat situasi dan momentum pengamanan pada awal Mei.

Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, menegaskan absennya dukungan suporter tuan rumah tidak menjadi keuntungan khusus bagi timnya. Menurutnya, fokus utama tim tetap tertuju pada jalannya pertandingan dan target meraih hasil maksimal.

“Bukan, ketidakhadiran penonton pada laga besok bukan menjadi keuntungan bagi Bhayangkara. Karena kami hanya fokus pada pertandingan besok,” ujar Paul Munster saat sesi konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (03/05/2026).

Paul menilai pertandingan melawan PSM tetap menjadi tantangan berat, terlepas dari situasi stadion tanpa penonton. Ia meminta para pemainnya tetap menjaga konsentrasi sejak menit awal agar bisa mengendalikan jalannya laga.

Sementara itu, penjaga gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Aqil Savik, menegaskan tim datang ke Parepare dengan target membawa pulang poin penuh.

“Kita akan bekerja keras pada pertandingan besok dan juga akan bermain dengan disiplin. Apa yang terjadi di pertandingan kemarin, kita akan mengambil pelajaran,” kata Aqil Savik.

Laga ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin penting. PSM Makassar tengah berjuang menjauh dari zona degradasi, sementara Bhayangkara Presisi Lampung FC berupaya memperbaiki posisi di klasemen.

Bermain tanpa dukungan langsung suporter memang mengubah atmosfer pertandingan, namun tensi laga dipastikan tetap tinggi mengingat pentingnya hasil akhir bagi kedua tim.

Dengan kondisi tersebut, duel di Parepare diperkirakan akan menjadi ujian mental bagi kedua tim, di mana disiplin permainan dan efektivitas serangan bisa menjadi penentu hasil akhir.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama