Bina Marga Ungkap Kronologi Jalan Lenteng Agung Jaksel Amblas

Visual Media Nusantara, Jakarta — Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan mengungkap kronologi amblasnya jalan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sempat mengganggu arus lalu lintas dan menjadi perhatian warga.

Peristiwa jalan amblas tersebut terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung pada Jumat malam dan menyebabkan sebagian badan jalan mengalami kerusakan cukup parah. 

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal menyebut kerusakan bermula dari adanya kebocoran saluran air di bawah badan jalan yang terus mengikis struktur tanah hingga akhirnya menyebabkan permukaan jalan amblas.

“Awalnya ada kebocoran saluran di bawah jalan yang menggerus tanah sedikit demi sedikit,” demikian penjelasan Rifki terkait kronologi kejadian. 

Petugas gabungan kemudian langsung melakukan penanganan darurat dengan menutup area yang terdampak serta mengalihkan arus kendaraan guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, proses perbaikan juga dilakukan dengan membongkar bagian jalan yang rusak dan memperbaiki saluran di bawah permukaan jalan.

Kasus jalan amblas seperti ini sebenarnya bukan kejadian yang berdiri sendiri di kota besar seperti Jakarta.

Banyak kerusakan jalan perkotaan justru berakar dari persoalan infrastruktur bawah tanah yang tidak terlihat, seperti saluran air bocor, drainase buruk, hingga penurunan kualitas tanah akibat beban kendaraan berat dan usia infrastruktur.

Artinya, kerusakan permukaan jalan sering kali hanya gejala dari masalah yang lebih dalam pada sistem utilitas kota.

Di sisi lain, tingginya intensitas hujan dan kepadatan kendaraan di Jakarta juga memperbesar risiko kerusakan jalan, terutama di kawasan dengan infrastruktur lama atau saluran air yang tidak optimal.

Namun kejadian seperti ini juga memunculkan pertanyaan soal kualitas pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur perkotaan.

Sebab, kebocoran saluran bawah tanah umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya menyebabkan kerusakan besar.

Karena itu, sistem deteksi dini dan audit berkala terhadap infrastruktur bawah tanah menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa.

Jika hanya fokus memperbaiki jalan setelah amblas terjadi tanpa memperkuat pengawasan utilitas di bawahnya, maka pola kerusakan serupa berpotensi terus berulang.

Selain berdampak terhadap lalu lintas, jalan amblas juga memiliki risiko keselamatan tinggi karena dapat memicu kecelakaan kendaraan, terutama jika terjadi pada jam sibuk atau malam hari.

Pemerintah daerah memastikan penanganan jalan amblas dilakukan secepat mungkin agar arus lalu lintas kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama