Sekjen Kemhan Tinjau Kesiapan Seleksi dan Fasilitas Pendidikan SPPI Kemhan 2026 di Jawa Timur

Visual Media Nusantara, Surabaya — Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI Tri Budi Utomo meninjau langsung kesiapan pelaksanaan seleksi serta sarana dan prasarana pendidikan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 di Jawa Timur.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik pelaksanaan seleksi dan pendidikan, di antaranya Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, RSAL dr. Ramelan, RS Tingkat III Brawijaya Malang, Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya, hingga Pusdik Arhanud. 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi maupun fasilitas pendidikan berjalan optimal sebelum program SPPI Kemhan 2026 dimulai.

Dalam keterangannya, Tri Budi Utomo menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang profesional, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Seluruh proses harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan SDM terbaik yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, serta semangat bela negara yang kuat,” ujarnya.

Program SPPI sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang akan mendukung pembangunan berbasis desa dan kawasan nelayan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Selain fokus pada pendidikan dasar kemiliteran, peserta program juga akan dibekali kemampuan kepemimpinan, manajemen, serta penguatan karakter kebangsaan.

Pemerintah menilai kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas pelaksanaan pendidikan maupun pembentukan karakter peserta.

Karena itu, pengecekan fasilitas dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lokasi seleksi kesehatan, ruang pendidikan, asrama, hingga kesiapan tenaga pendukung.

“Dukungan sarana, prasarana, dan kesiapan penyelenggaraan menjadi faktor penting dalam menjamin kualitas pelaksanaan seleksi maupun pendidikan,” kata Tri Budi Utomo.

Program SPPI Kemhan 2026 juga dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memang mulai mendorong penguatan pembangunan desa dan kawasan pesisir melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pendidikan, koperasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda penggerak pembangunan yang siap mendukung program strategis nasional di tingkat desa maupun kawasan nelayan.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama