Visual Media Nusantara, Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen sampah plastik yang mencemari laut berasal dari aktivitas di daratan. Karena itu, pemerintah menilai penanganan persoalan sampah laut tidak bisa hanya dilakukan di wilayah pesisir dan perairan, melainkan harus dimulai dari sumbernya di daratan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo, mengatakan pencemaran sampah laut merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga masyarakat.
“Sekitar 90 persen sampah plastik yang masuk ke laut berasal dari daratan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujar Victor.
Menurut KKP, sampah plastik yang tidak tertangani dengan baik di daratan umumnya terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam ekosistem pesisir dan laut, tetapi juga berdampak terhadap sektor perikanan, pariwisata, hingga kesehatan masyarakat.
KKP menegaskan bahwa upaya mengurangi sampah laut memerlukan penguatan sistem pengelolaan sampah di daerah, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penerapan ekonomi sirkular yang mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Victor menjelaskan pemerintah terus memperkuat berbagai program pengendalian sampah laut melalui kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Salah satunya melalui aksi bersih pantai, edukasi masyarakat pesisir, serta penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
“Masalah sampah laut tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar penanganannya berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah juga terus mendorong pencapaian target pengurangan sampah plastik di laut sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah kajian menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kontribusi sampah plastik ke laut yang cukup besar. Oleh sebab itu, penguatan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga kawasan perkotaan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan pencemaran laut di masa mendatang.
KKP berharap kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membuang sampah pada tempatnya dapat terus meningkat sehingga ekosistem laut Indonesia tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Penulis: Putra
Tags
Nasional