Visual Media Nusantara, JAKARTA — Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Soemirat, memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Teheran tetap aman setelah serangan rudal yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran saat ini terus melakukan komunikasi intensif dengan seluruh WNI guna memastikan keselamatan mereka di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut.
“Konsentrasi KBRI Tehran saat ini adalah terus melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh warga negara Indonesia,” ujar Roy Soemirat, dikutip dari DetikNews.
Berdasarkan data resmi KBRI, terdapat sedikitnya 329 WNI yang telah melapor dan tercatat berada di ibu kota Iran tersebut. Pihak kedutaan menyebut seluruh warga yang telah dihubungi menyatakan tidak mengalami ancaman langsung akibat serangan yang terjadi.
Roy menjelaskan hingga waktu pemantauan terakhir, komunikasi telah dilakukan kepada seluruh simpul komunitas WNI di berbagai kota di Iran.
“Seluruh simpul WNI yang kami hubungi menyampaikan tidak mengalami atau merasakan ancaman langsung,” katanya.
Meski situasi dilaporkan masih terkendali, KBRI Teheran tetap mengimbau warga Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah pengamanan diri dan keluarga masing-masing.
Langkah komunikasi aktif dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan negara terhadap warga di luar negeri, terutama di tengah eskalasi konflik regional yang berpotensi berkembang.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik juga terus memantau perkembangan situasi keamanan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.
Serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Iran memicu meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban maupun dampak langsung terhadap WNI di Teheran.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak konflik.
Sumber: DetikNews
Penulis: Tim Redaksi Visual Media Nusantara