Visual Media Nusantara, JAKARTA —
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi program maupun anggaran pendidikan. Pemerintah justru menegaskan alokasi sektor pendidikan tetap berjalan bahkan mengalami peningkatan.
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Teddy menyebut narasi yang berkembang di publik mengenai pemangkasan dana pendidikan akibat program MBG merupakan informasi yang keliru.
“Apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak,” ujar Teddy, dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara.
Teddy menjelaskan anggaran pendidikan telah disusun melalui pembahasan bersama pemerintah dan DPR, termasuk melalui Badan Anggaran DPR RI. Karena itu, seluruh alokasi pendidikan tetap berjalan sesuai perencanaan.
Ia menegaskan tidak ada program strategis pendidikan yang dihentikan akibat pelaksanaan MBG. Pemerintah tetap mempertahankan komitmen memenuhi amanat konstitusi yang mewajibkan minimal 20 persen anggaran negara dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Menurutnya, isu yang menyebut program MBG mengambil dana pendidikan muncul akibat kesalahpahaman terhadap struktur penganggaran negara.
“Narasi bahwa pendidikan dikurangi itu keliru,” kata Teddy.
Pemerintah menyatakan anggaran pendidikan tetap meningkat dan menjadi salah satu prioritas utama dalam APBN. Selain menjaga program pendidikan berjalan, pemerintah juga melakukan berbagai penguatan kebijakan, termasuk peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Beberapa kebijakan yang disorot antara lain peningkatan tunjangan guru non-ASN serta perbaikan sistem penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran dan diterima langsung oleh penerima manfaat.
Seskab menambahkan program MBG merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Program tersebut, menurut pemerintah, tidak bertentangan dengan kebijakan pendidikan karena bertujuan mendukung kesiapan belajar siswa melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk memahami kebijakan anggaran secara utuh agar tidak muncul kesimpulan yang menyesatkan mengenai prioritas pembangunan nasional.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara RI
Penulis: Tim Redaksi Visual Media Nusantara