Visual Media Nusantara — Badan energi global, International Energy Agency (IEA), menyatakan minyak dari cadangan darurat negara-negara anggotanya akan segera dialirkan ke pasar Asia untuk menutup kekurangan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan setelah negara-negara anggota IEA sepakat melakukan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah guna menstabilkan pasar energi dunia yang sedang terguncang.
IEA mengungkapkan bahwa sekitar 400 juta barel minyak akan dilepas ke pasar global dari cadangan strategis milik negara-negara anggota.
Dalam rencana distribusi tersebut, minyak dari cadangan darurat akan lebih dulu dialirkan ke kawasan Asia dan Oseania, sementara pasokan dari Eropa dan Amerika akan menyusul pada akhir bulan.
Kebijakan ini diambil karena Asia menjadi wilayah yang paling terdampak oleh gangguan pasokan minyak global, terutama akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sebagian besar minyak dunia memang melewati jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global. Gangguan di jalur ini dapat mempengaruhi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
IEA menyebut langkah pelepasan cadangan ini merupakan aksi darurat kolektif terbesar sejak lembaga tersebut didirikan pada 1974.
Dari total minyak yang dilepas:
- 271,7 juta barel berasal dari cadangan pemerintah
- 116,6 juta barel berasal dari stok industri
- 23,6 juta barel dari sumber lainnya
Sekitar 72 persen berupa minyak mentah, sementara sisanya merupakan produk minyak olahan seperti bahan bakar.
Langkah pelepasan cadangan ini dilakukan untuk meredam lonjakan harga minyak global yang meningkat tajam akibat konflik geopolitik yang mengganggu pasokan energi dunia.
IEA juga menyatakan masih memiliki cadangan darurat yang cukup besar jika diperlukan langkah tambahan untuk menstabilkan pasar energi global.
Penulis : Kontributor Visual Media Nusantara
Editor : Redaksi Visual Media Nusantara
Tags
Ekonomi