Visual Media Nusantara, JAKARTA – Video yang memperlihatkan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga digunakan untuk keperluan pribadi viral di media sosial dan memicu sorotan publik.
Dalam video yang beredar, mobil yang disebut-sebut terkait operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlihat digunakan di luar aktivitas distribusi makanan. Dugaan penggunaan kendaraan negara untuk kepentingan pribadi itu langsung memicu berbagai reaksi dari warganet.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengaku pihaknya telah melakukan pengecekan awal. Namun, proses penelusuran mengalami kendala karena pelat nomor kendaraan tidak terlihat jelas dalam rekaman yang beredar.
“Kami sudah melakukan verifikasi ke lapangan, tetapi tidak mendapatkan nomor polisi kendaraan tersebut,” kata Dadan dalam keterangannya.
Menurutnya, video yang beredar hanya menampilkan kendaraan di area dapur SPPG tanpa memperlihatkan identitas kendaraan secara detail. Kondisi itu membuat BGN kesulitan memastikan apakah mobil tersebut benar merupakan kendaraan operasional program MBG atau bukan.
BGN memastikan tetap melakukan penelusuran internal untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.
Jika nantinya ditemukan bukti adanya penyalahgunaan kendaraan operasional program MBG untuk kepentingan pribadi, pihaknya menegaskan akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Kami tetap menelusuri informasi tersebut untuk memastikan fakta sebenarnya,” ujar Dadan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Program ini dijalankan melalui jaringan dapur SPPG yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Namun, viralnya dugaan penggunaan kendaraan operasional untuk kepentingan pribadi membuat pengawasan terhadap program tersebut kembali menjadi perhatian publik.
BGN pun mengimbau masyarakat yang memiliki rekaman lebih jelas, termasuk yang memperlihatkan pelat nomor kendaraan, untuk melaporkannya agar proses penelusuran dapat dilakukan secara lebih akurat.
(WAS)