Visual Media Nusantara, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman dan profesional.
Dalam keterangan resminya, BGN menegaskan SLHS menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan operasional dapur MBG memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan. BGN
“SLHS bukan hanya dokumen administratif, tetapi bagian dari sistem perlindungan keamanan pangan dan tata kelola layanan publik,” tulis BGN dalam siaran pers resminya. Siaran Pers BGN
BGN menyebut percepatan sertifikasi diperlukan karena cakupan program MBG terus meningkat dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Dengan bertambahnya jumlah dapur SPPG, penguatan standar keamanan pangan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar kualitas makanan tetap terjaga dan risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan.
Dalam pedoman sertifikasi keamanan pangan SPPG, SLHS ditetapkan sebagai standar dasar keamanan pangan yang wajib dimiliki setiap dapur MBG.
Selain SLHS, terdapat pula sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sebagai standar keamanan pangan lanjutan yang menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan mutu makanan.
BGN menilai sertifikasi keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menyangkut perlindungan konsumen, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas layanan publik.
Dorongan percepatan SLHS muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap standar keamanan pangan dapur MBG setelah muncul sejumlah kasus dugaan keracunan makanan di beberapa daerah.
Karena itu, BGN meminta seluruh pengelola SPPG segera melengkapi persyaratan administrasi dan teknis guna mempercepat proses penerbitan sertifikat.
BGN juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan dinas kesehatan daerah untuk mempercepat proses pemeriksaan sanitasi dan pembinaan dapur SPPG.
Di lapangan, percepatan sertifikasi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur dapur, pengelolaan limbah, kelengkapan administrasi, hingga kemampuan SDM pengelola dapur.
Namun, BGN menilai penguatan standar keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama agar program MBG dapat berjalan berkelanjutan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Langkah ini menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kemampuan menjaga standar keamanan dan kualitas layanan makanan di lapangan.
Penulis: Ariana