Visual Media Nusantara, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan harga program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap sebesar Rp10 ribu per porsi meski anggaran program tersebut dipangkas menjadi Rp268 triliun pada tahun 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan pengurangan anggaran tidak akan memengaruhi biaya bahan baku makanan untuk setiap penerima manfaat MBG.
“Untuk bahan baku tetap Rp10 ribu, bersifat at cost tergantung indeks kemahalan daerah,” ujar Dadan Hindayana.
Sebelumnya, pemerintah memangkas anggaran MBG dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun sebagai bagian dari langkah efisiensi dan penyesuaian tata kelola program nasional tersebut.
Meski begitu, pemerintah menegaskan program MBG tetap menjadi salah satu prioritas nasional karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dadan menjelaskan efisiensi dilakukan pada aspek operasional dan pengelolaan program, bukan pada kualitas bahan makanan yang diterima masyarakat.
Dalam skema terbaru, layanan MBG untuk sekolah reguler disebut akan disesuaikan dari enam hari menjadi lima hari per pekan, mengikuti pola hari belajar sekolah. Namun, pengecualian tetap diberikan bagi sekolah enam hari, wilayah 3T, dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Selain itu, saat masa libur sekolah, distribusi MBG akan diprioritaskan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Dalam beberapa bulan terakhir, program MBG memang terus menjadi perhatian publik, mulai dari persoalan efektivitas distribusi, keamanan pangan dapur SPPG, hingga besarnya kebutuhan anggaran negara untuk menjalankan program tersebut secara nasional.
Di sisi lain, mempertahankan harga Rp10 ribu per porsi di tengah pemangkasan anggaran juga menjadi tantangan tersendiri, terutama karena harga bahan pangan dan biaya distribusi di sejumlah daerah terus mengalami perubahan.
Karena itu, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada efisiensi manajemen, pengawasan distribusi, serta kualitas tata kelola di lapangan.
Pemerintah menegaskan program MBG tetap berjalan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Penulis: Ariana