Visual Media Nusantara, Jakarta — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan kunci utama agar generasi muda dapat bertahan dan sukses di tengah pesatnya era digitalisasi.
Menurut Friderica, kemampuan memilah informasi menjadi salah satu keterampilan paling penting yang harus dimiliki anak muda di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Anak muda harus mampu memilah informasi dengan baik di era digitalisasi saat ini,” ujar Friderica Widyasari Dewi.
Ia menilai kemajuan teknologi digital memang membuka banyak peluang baru, mulai dari akses pendidikan, investasi, bisnis digital, hingga layanan keuangan berbasis teknologi. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga membawa berbagai risiko baru seperti penipuan digital, judi online, hingga jebakan pinjaman online ilegal.
Karena itu, literasi digital dan literasi keuangan disebut menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam dampak negatif perkembangan teknologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, anak muda memang menjadi kelompok paling aktif dalam penggunaan layanan digital, termasuk media sosial, e-commerce, investasi online, hingga layanan buy now pay later (BNPL).
Namun, meningkatnya akses digital juga diikuti kenaikan risiko keuangan digital di kalangan usia produktif. Data OJK sebelumnya menunjukkan mayoritas kredit bermasalah pinjaman daring berasal dari kelompok usia muda produktif.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup tanpa diimbangi kemampuan memahami risiko dan mengelola keuangan secara sehat.
Selain literasi, Friderica juga menekankan pentingnya membangun karakter disiplin, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Di era digital saat ini, persaingan tidak hanya terjadi antar individu di dalam negeri, tetapi juga secara global melalui platform digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Karena itu, generasi muda dinilai perlu terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta menjaga etika dalam memanfaatkan teknologi digital.
Secara lebih luas, tantangan terbesar era digital bukan sekadar perkembangan teknologi, melainkan bagaimana masyarakat mampu menggunakan teknologi secara produktif tanpa kehilangan kontrol terhadap perilaku konsumsi, keamanan data, maupun kesehatan finansial.
Peningkatan kemampuan adaptasi dan literasi digital dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing generasi muda Indonesia di masa depan.
Penulis: Ariana