Kemenkes Kejar 960 Ribu Anak Belum Imunisasi, Fokus Utama Anak Zero-Dose di Indonesia

Visual Media Nusantara, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat program imunisasi nasional dengan fokus utama menjangkau anak zero-dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali. Langkah ini menjadi prioritas pemerintah untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi pascapandemi COVID-19.

Data terbaru Kemenkes mencatat masih ada sekitar 960 ribu anak di Indonesia yang masuk kategori zero-dose. Kelompok ini dinilai menjadi titik rawan dalam upaya pencegahan penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah melalui vaksinasi. 

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan penurunan cakupan imunisasi setelah pandemi menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, penguatan imunisasi rutin menjadi langkah utama untuk mencegah lonjakan penyakit menular seperti campak, difteri, dan pertusis.

“Setelah pandemi, cakupan imunisasi kita sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama,” ujar Andi Saguni. 

Selain memperluas jangkauan penerima vaksin, Kemenkes juga memastikan ketersediaan stok vaksin nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan.

“Kami pastikan ketersediaan vaksin aman, bahkan hingga sembilan bulan ke depan. Tidak boleh ada lagi alasan kekurangan vaksin,” kata Andi. 

Program penguatan imunisasi ini dijalankan dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang menjadi bagian dari gerakan global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi.

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri, menegaskan bahwa Pekan Imunisasi Dunia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum strategis untuk mempercepat capaian imunisasi nasional.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” ujar Indri. 

Kemenkes juga menggandeng mitra internasional seperti UNICEF dan World Health Organization dalam memperkuat sistem imunisasi, terutama untuk menjangkau kelompok yang selama ini belum tersentuh layanan kesehatan dasar.

UNICEF menilai imunisasi adalah hak dasar anak yang wajib dipenuhi, sementara WHO menegaskan vaksin telah menjadi salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam menyelamatkan jutaan jiwa di seluruh dunia. 

Kemenkes berharap penguatan sistem distribusi, rantai dingin vaksin, dan edukasi publik bisa mempercepat penurunan angka zero-dose di Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Langkah percepatan ini menjadi penting karena imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membangun kekebalan kelompok untuk mencegah wabah penyakit di masa mendatang.

Penulis: Ariana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama