Visual Media Nusantara, Jakarta — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sempat ditahan otoritas Israel telah dibebaskan dan saat ini dalam proses pemulangan ke Indonesia.
Pemerintah Indonesia menyatakan terus melakukan langkah diplomasi dan komunikasi intensif sejak para relawan ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan seluruh WNI yang tergabung dalam misi tersebut kini telah dibebaskan dan sedang menjalani proses perjalanan keluar dari wilayah Israel.
“Pemerintah Indonesia terus memonitor proses pemulangan para WNI hingga tiba dengan selamat di Tanah Air,” ujar Sugiono.
Kasus penahanan relawan GSF 2.0 menjadi sorotan internasional setelah beredar video penangkapan dan perlakuan aparat Israel terhadap para aktivis kemanusiaan yang hendak menembus blokade Gaza.
Pemerintah Indonesia juga mengecam tindakan yang dinilai tidak manusiawi terhadap para relawan kemanusiaan tersebut.
Dalam pernyataannya, Kemlu RI menegaskan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada kemanusiaan dan relawan sipil bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Selain melakukan pendampingan diplomatik, pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak internasional untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Di sisi lain, peristiwa ini kembali memunculkan perhatian global terhadap situasi kemanusiaan di Gaza dan meningkatnya risiko yang dihadapi relawan internasional dalam misi bantuan kemanusiaan di kawasan konflik.
Penahanan relawan sipil dalam misi kemanusiaan juga memicu kritik dari sejumlah pihak internasional karena dinilai memperburuk ketegangan dan mempersempit akses bantuan bagi warga sipil di Gaza.
Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan situasi hingga seluruh WNI tiba dengan aman di Tanah Air.
Penulis: Ariana