Visual Media Nusantara, Jakarta — Produsen kendaraan listrik meminta pemerintah memberikan kepastian insentif jangka panjang untuk industri electric vehicle (EV) di Indonesia guna memperkuat ekosistem kendaraan ramah lingkungan yang masih berkembang.
Permintaan tersebut muncul di tengah belum pastinya kelanjutan berbagai insentif kendaraan listrik yang sebelumnya menjadi pendorong pertumbuhan pasar EV nasional.
Direktur Indomobil Group, Andrew Nasuri Tan, menilai dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik tidak cukup jika hanya diberikan dalam waktu singkat.
“Nah, kita sebut bahwa ekosistemnya sudah terbangun dengan baik. Maka, untuk terbangun, itu kan perlu waktu dan dukungan pemerintah. Ini yang kita butuh dukungan jangka panjang dari pemerintah,” ujar Andrew.
Ia mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik membutuhkan investasi besar dan waktu panjang, mulai dari pembangunan pabrik, jaringan distribusi, hingga infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
Meski demikian, pihak industri tetap mengapresiasi sinyal pemerintah yang berencana kembali mengaktifkan insentif kendaraan listrik setelah sebelumnya sejumlah stimulus berakhir pada akhir 2025.
Sebelumnya, pemerintah diketahui menghentikan beberapa insentif kendaraan listrik, termasuk potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mobil listrik impor dan sejumlah fasilitas perpajakan lainnya. Kondisi itu membuat harga beberapa kendaraan listrik mulai mengalami kenaikan.
Pengamat otomotif menilai penghentian insentif terlalu cepat dapat memperlambat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia, mengingat pasar EV nasional masih dalam tahap pertumbuhan awal dan belum sepenuhnya mandiri.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mendorong penguatan industri kendaraan listrik berbasis produksi dalam negeri agar tidak hanya bergantung pada impor kendaraan utuh.
Data industri otomotif menunjukkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir, didorong tren energi ramah lingkungan dan naiknya minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis baterai.
Namun, tantangan utama masih berada pada harga kendaraan, infrastruktur charging station, serta kepastian kebijakan jangka panjang yang dinilai menjadi faktor penting dalam menarik investasi industri EV.
Pelaku industri berharap kebijakan kendaraan listrik di Indonesia tidak berubah dalam waktu singkat agar investasi dan pengembangan ekosistem EV dapat berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.
Penulis: Ariana
Tags
Otomotif