VISUAL MEDIA NUSANTARA, JAKARTA — Buronan bandar narkoba Erwin Iskandar alias Koh Erwin ditangkap aparat kepolisian saat berupaya melarikan diri ke Malaysia melalui jalur laut dari wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara.
Penangkapan dilakukan tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri setelah penyidik mengendus rencana pelarian tersangka yang diduga memiliki peran penting dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa Koh Erwin telah merencanakan pelarian tersebut untuk menghindari proses hukum.
“Erwin telah merencanakan penyeberangan ke Malaysia melalui jalur laut ilegal,” ujar Eko, dikutip dari CNN Indonesia.
Polisi menemukan bahwa tersangka bergerak menuju Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan menuju Malaysia menggunakan kapal yang disiapkan melalui jaringan tertentu.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelarian tersebut turut dibantu sejumlah pihak yang berperan mengatur perjalanan hingga penyediaan kapal penyeberangan ilegal.
“Pergerakan Erwin difasilitasi pihak lain menuju Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan,” kata Eko.
Tim gabungan kemudian melakukan pengejaran setelah memperoleh informasi bahwa kapal yang membawa Koh Erwin telah berangkat melalui jalur laut nonresmi.
Aparat berhasil menghentikan pelarian sebelum tersangka memasuki wilayah perairan Malaysia. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pemantauan intensif terhadap orang-orang terdekat tersangka.
Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan jaringan narkotika di Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya menyeret sejumlah oknum aparat dalam perkara berbeda.
Polisi menyebut Koh Erwin diduga memiliki peran sentral dalam jaringan peredaran narkoba tersebut, termasuk terkait aliran dana dalam jumlah besar.
Usai ditangkap, Koh Erwin langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain serta kemungkinan adanya jaringan internasional dalam kasus ini.
Pihak kepolisian menegaskan pengembangan perkara akan terus dilakukan guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat.
Sumber: CNN Indonesia
Penulis: Tim Redaksi Visual Media